^Kembali Ke Atas

Virus Zika

Download Area

Jam Kunjung Pasien

Menu Utama

Link Youtube

RS Islam Amal Sehat

RSIAMALSEHAT.COM-SRAGEN. Pada hari Jum’at (2 Maret 2019) RS Islam menyelenggarakan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (Resusitasi Jantung Paru) kepada karyawan RS Islam Amal Sehat Sragen bertempat di Aula Abu Bakar. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan oleh bagian Diklat selama 2 hari, yaitu hari Jum’at, 2 Maret 2019 dan Sabtu, 3 Maret 2019. Adapun narasumber dari kegiatan ini yaitu dr. Dien Kalbu Ady beserta Tim Code Blue RS PKU Muhammadiyah Surakarta.

Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan pelatihan wajib yang harus diikuti oleh karyawan RS Islam Amal Sehat Sragen. Pengetahuan BHD wajib dimengerti dan dipahami oleh semua karyawan sehingga apabila terjadi kejadian seperti henti nafas atau henti jantung di lingkungan RS Islam Amal Sehat Sragen, karyawan dapat melakukan pertolongan pertama dengan menggunakan tehnik BHD secara benar dan tepat. dr. Dien Kalbu Ady sebagai narasumber kegiatan pelatihan ini memaparkan bahwa prinsip tindakan keadaan darurat yang pertama adalah melakukan survei primer. Survei primer dilakukan dengan mengecek respon korban terlebih dahulu. Jika penolong menemukan gangguan pada tersumbatnya jalan nafas atau tidak ditemukan adanya nafas dan nadi segera melakukan danger respon dengan menelepon bantuan tim terlatih. Sembari menunggu tim terlatih untuk melakukan survei sekunder, maka penolong harus melakukan tindakan yang dikenal dengan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan Resusitasi Jantung Paru. Menurut penjelasan dr. Dien Kalbu, respon time BHD yang diberikan oleh penolong kepada korban harus kurang dari 5 menit. Keterlambatan pemberian BHD akan mempengaruhi kemungkinan keberhasilan keselamatan korban.

Dalam kesempatan ini, dr. Dien Kalbu Ady juga menjelaskan bahwa prinsip utama dalam resusitasi adalah memperkuat rantai harapan hidup (chain of survival). Keberhasilan resusitasi membutuhkan integrasi koordinasi jalur chain of survival, meliputi: 1. Pengenalan (segera akan henti jantung dan ativasi sistem respon darurat (emergency response system), 2. RJP dini dengan penekanan pada kompresi dada, 3. Defibrilasi cepat, 4. Advance life support yang efektif, dan 5. Post-cardiact arrest care (perawatan pasca henti jantung) yang terintegrasi. Beliau menjelaskan juga mengenai anjuran dan larangan BLS/ CPR AHA GUADLINES 2015, dan melakukan praktik BHD/ RJP dengan alat peraga meliputi langkah Danger, Response (Aktifkan EMS), circulation (menentukan ada tidaknya denyut nadi dengan dilakukan palpasi pada tempat arteri carotis (pada dewasa dan anak) dan arteri brachialis pada bayi. Tim Code Blue kemudian mempratikkan cara melakukan kompresi dada, airway/ melakukan finger sweep paa penderita yang tidak sadar karena obstruksi benda asing, heimlich maneuver, melakukan bantuan pernafasan (breathing support), bag valve mask (ambubag), dan evaluasi RJP/ CPR dan Recovery Position. Pelatihan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan praktir langsung BHD/ RJP bagi semua karyawan. Diharapkan, dengan mendapatkan teori dan melakukan praktik secara langsung, seluruh karyawan RS Islam Amal Sehat Sragen dapat mengetahui, memahami, mengerti, dan dapat mengaplikasikannya dalam kegiatan sehari-hari dilingkungan RS Islam Amal Sehat Sragen. (nevi/cs)

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Kontak person

Telp: (0271) 891977
Fax: (0271) 890109
SMS CENTER : 085602030405
Website: www.rsiamalsehat.com
Email:

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. 
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Daftar Via WhatsApp

PSC Sragen

twitter

Facebook Link

SMS GateWay

Kerjasama

Pengunjung WebSite

3740952
Hari ini
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
1257
2238
8246
3719953
41494
99153
3740952
RSI Amal Sehat Sragen Copyright © 2019