Pada tanggal 27 Pebruari 2019, RS Islam Amal Sehat Sragen melaksanakan pelatihan komunikasi efektif bagi karyawan-karyawati. Bertempat di Aula Abu Bakar, acara yang berlangsung dari pukul 08.30 WIB diisi oleh Betty Andriani, S.Sos, M.I.Kom, Sri Wahyuni, S. Kep, dan Rubiyatun, S. Kep dari RS PKU Muhammadiyah Surakarta. Diawali dengan pemaparan materi dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan ketiga nara sumber, acara pelatihan diakhiri dengan sesi simulasi kasus dan diskusi.

Berdasarkan pemaparan yang disampaikan oleh Ibu Betty, komunikasi efektif adalah komunikasi yang mampu menghasilkan perubahan sikap pada orang yang terlibat dalam komunikasi. Daya tarik meliputi ketertarikan 1. Fisik, 2. Kemampuan, 3. Kedekatan, 4. Kemiripan, 5. Keuntungan. Beliau memaparkan bahwa hukum komunikasi efektif ada 5, yaitu: respect= menghargai, emphaty= menempatkan diri pada situasi yang dihadapi oleh orang lain, audible= dapat didengar dan dimengerti dengan baik, clarity= jelas, dan humble= rendah hati.
Dalam kesempatan ini, Ibu Betty juga memberikan penjelasan bahwa di rumah sakit, ada beberapa poin yang harus diperhatikan bahwa komunikasi yang jelek dapat membahayakan pasien, komunikasi yang rentan terjadi kesalahan adalah saat perintah lisan atau perintah melalui telepon, komunikasi verbal, saat menyampaikan hasil pemeriksaan kritis yang harus disampaikan lewat telepon. Hal ini dapat disebabkan oleh perbedaan aksen dan dialek. Pengucapan juga dapat menyulitkan penerima perintah untuk memahami perintah yang diberikan. Pemaparan materi kedua yang disampaikan oleh Bu Yuni lebih fokus pada komunikasi yang terjadi di area rumah sakit, sehingga karyawan yang mengikuti pelatihan menjadi paham mengenai aturan dan teori komunikasi efektif di unit penerimaan (admission), komunikasi dengan pasien dan keluarga (proses asuhan, persetujuan tindakan kedokteran, edukasi pelayanan dan asuhan anestesi, edukasi pelayanan dan asuhan bedah, tahapan edukasi pada pasien dan keluarga, media informasi, asesmen kebutuhan edukasi dan perencanaan, pelaksanaan edukasi, dan pendokumentasian di RM pasien.


Sesi ke tiga, diisi oleh Rubiyatun, S. Kep. Pokok bahasan adalah mengenai komunikasi PPA (Profesional Pemberi Asuhan) dengan pasien/ keluarga, komunikasi antar PPA melalui telepon, dan komunikasi antar PPA saat hand over. Semua rangkaian materi yang disampaikan oleh pembicara mampu dengan baik diserap oleh karyawan-karyawati RS Islam Amal Sehat Sragen terbukti sesi simulasi kasus dan komparasi nilai pre-test dan dan post-test yang mengalami peningkatan. Kami berharap, dengan dilaksanakannya pelatihan komunikasi efektif, RS Islam Amal Sehat Sragen bisa semakin meningkatkan mutu pelayanan kepada pasien. (nevi/cs)

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active