You are here: Home
^Kembali Ke Atas

Pada hari Senin, 26 Pebruari 2018, RS Islam Amal Sehat Sragen menyelenggarakan Pengajian Lapanan bersama Ustadz KH. Ma’sum Abi Dardak dari Pesantren Salamah Wal Barakah, Tanon, Sragen. Dalam kesempatan ini, beliau menjelaskan bahwa ada dua nikmat yang diberikan kepada manusia namun kita justru rugi apabila tidak memanfaatkan dengan baik, yakni nikmat sehat dan kesempatan. Sebagai contohnya adalah kesempatan melaksanakan shalat tepat waktu, namun kita justru menyibukkan diri kita dengan urusan duniawi. Sudah seharusnya saat mendengar panggilan Adzan, kita tinggalkan sejenak rutinitas kita untuk mengingat Allah SWT sebagai wujud syukur dan ketaatan kepada-Nya. Seyogyanya, kita mengisi waktu kita dengan hal-hal baik sesuai tuntunan Al-Qur’an dan Al-Hadits agar kita mendapat rahmat dan keberkahan dari Allah Azza wa Jalla.
Ketika kita sedang jalan-jalan dan melihat taman surga di dunia, kita dianjurkan untuk segera merapat dan duduk disitu. Para sahabat terheran dan bertanya, “Lalu, dimanakah taman surga di bumi?” Taman surga yang disebutkan mengacu pada kumpulan yang digunakan untuk membaca dzikir. Yang dimaksud dengan membaca dzikir disini adalah ‘mengingat Allah SWT’. Berikut dipaparkan tentang majelis dzikir yang harus dihidupkan agar hidup kita selamat dunia akhirat.
Read more: Pengajian Senin Pahing Bersama Ustadz KH. Maksum Abi Dardak

Kami mengundang putra/ putri terbaik untuk bergabung bersama RS Islam Amal Sehat Sragen untuk mengisi posisi. Lamaran paling lambat pada tanggal 12 April 2018.


Bahaya Diabetes
Apa itu Diabetes?
Diabetes adalah penyakit kronis yang terjadi ketika pankreas tidak lagi mampu memproduksi insulin atau ketika kualitas hormon insulin yang diproduksi buruk sehingga menyebabkan insulin tidak dapat berfungsi dengan baik. Kondisi ini memicu kenaikan gula dalam darah. Apabila dibiarkan tanpa penanganan yang tepat dalam jangka waktu yang lama, penyakit ini bisa menimbulkan komplikasi yang secara perlahan menyebabkan kerusakan dan kegagalan fungsi berbagai organ dan jaringan penting di tubuh manusia, seperti: jantung, ginjal, syaraf (stroke), mata (kebutaan).
Meningkatnya Prevalensi Penderita Diabetes di Seluruh Dunia
• Berdasarkan hasil penelitian terbaru dari International Diabetes Federation (IDF) tahun 2017, sekitar 425 juta orang dewasa (20-79 tahun) di seluruh dunia menderita diabetes, dan sekitar 10 jutanya terdapat di Indonesia. Jumlah penderita diabetes ini diperkirakan akan terus meningkat mencapai 629 juta orang pada tahun 2045.
• Terjadi trend kenaikan jumlah penderita diabetes tipe 2 hampir di semua negara
• Lebih dari 1.106.500 anak-anak menderita diabetes tipe 1

RSIAMALSEHAT.COM-SRAGEN. Dalam pengajian senin rutin RS Islam Amal Sehat Sragen, ustadz Ali Murtadhlo mengingatkan bahwa shalat adalah amalan yang pertama kali akan dihisab. Apabila shalatnya baik maka seluruh amalnya akan dianggap baik dan begitu pula sebaliknya. Terkait dengan begitu pentingnya ibadah shalat, maka lakukanlah dengan sebaik-baiknya shalat. Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk mendapatkan shalat terbaik adalah melaksanakan shalat secara berjamaah.
Keutamaan Shalat Berjama’ah di Masjid
1. Marilah memuliakan agama melalui menghidupkan masjid dengan shalat berjama’ah walau hanya didirikan oleh 3 orang saja. Shalat berjamaah pada waktu subuh, magrib, dan isya’ seringkali hanya dihadiri oleh jama’ah dalam jumlah sedikit. Alasannya beragam, mulai dari kondisi mati listrik, hujan deras, maupun pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. Begitu pentingnya pelaksanaan shalat berjama’ah, Rasulullah saw bersabda:
Suatu kampung yang berpenduduk sedikitnya tiga orang laki-laki, harus mengadakan shalat lima waktu berjama’ah. Apabila tidak menunaikannya, berarti mereka sudah dikuasai oleh syetan. (Nasa’i, Abu Dawud, Ibnu Hibban)
2. Menjaga takbiratul ihram berjamaah selama 40 hari akan membuat kita terhindar dari fitnah neraka dan sifat munafik.
“Barangsiapa dapat menjaga takbiratul ihram dalam shalat berjama’ah selama empat puluh hari (setiap lima waktu shlata), akan dijamin terhindar dari fitnah neraka dan sifat munafik.” (Tirmidzi)
3. Balasan pahala bagi orang yang melaksanakan shalat Isya’ berjamaah seakan ia telah melaksanakan Qiyamullail setengah malam sedangkan balasan pahala bagi orang yang melaksanakan shalat Subuh berjama’ah maka seakan-akan ia telah melaksanakan Qiyamullail sepanjang malam.
4. Malaikat malam dan malaikat siang saling bergantian berkumpul pada shalat Subuh dan shalat Ashar sehingga mereka melaporkan kepada Allah SWT telah meninggalkan dan mendatangi hamba tersebut dalam kondisi sedang melaksanakan shalat.
5. Apabila seseorang menunggu waktu shalat berjama’ah setelah melaksanakan shalat sunnah maka malaikat akan memohonkan ampunan dan rahmat kepada Allah SWT.
6. Ucapan “amin” yang makmum ucapkan setelah ucapan “amin” dari imam pada saat shalat berjamaah serentak dengan ucapan “amin” akan mendatangkan ampunan dan cinta Allah SWT
Adab di Masjid
Adapun adab di masjid, adalah sebagai berikut: 1. Menutup aurat baik bagi perempuan maupun laki-laki, 2. Dilarang melakukan transaksi jual beli, 3. Mengutamakan shalat berjama’ah, 4. Tidak berisik, 5. Menonaktifkan/ menyeting mode silent pada HP, 6. Tidak merokok, 7. Tidak berduaan dengan non muhrim/ melakukan perbuatan tercela lainnya.
Berikut akan dipaparkan secara detail mengenai adab shalat berjama’ah.
1. Tidak lewat di depan orang yang sedang shalat
“Seandainya orang yang lewat di depan orang yang shalat mengetahui (dosa) yang ditanggungnya, niscaya ia memilih untuk berhenti selama 40 (tahun), itu lebih baik baginya daripada lewat di depan orang yang sedang shalat.” (HR. Bukhari 510 dan Muslim 1132)
2. Menghadap sutrah ketika shalat
“Apabila salah seorang di antara kalian shalat, hendaknya ia shalat dengan menghadap sutrah dan mendekatlah padanya.” (HR. Abu Daud 698)
3. Menjawab panggilan adzan
“Apabila kalian mendengar adzan maka ucapkanlah seperti yang sedang diucapkan muadzin.” (HR. Bukhari 611 dan Muslim 846)
4. Tidak keluar dari masjid tanpa udzur
Apabila kita sudah berada di dalam masjid dan adzan telah dikumandangkan, maka kita tidak diperkenankan keluar dari masjid sampai ditunaikannya shalat fardhu kecuali jika ada udzur.
5. Memanfaatkan waktu antara adzan dan iqamah
Apabila kita sedang memiliki keinginan atau hajat, maka melantunkan doa diantara waktu adzan dan iqamah adalah cara terbaik karena doa yang dipanjatkan diatara dua waktu tersebut tidak akan tertolak.
6. Jika iqamah telah dikumandangkan, segera batalkan shalat sunnah
Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Jika shalat wajib telah dilaksanakan, maka tidak boleh ada shalat lain selain shalat wajib.” (HR. Muslim 710)
7. Jika iqamah telah dikumandangkan, janganlah tergesa-gesa berjalan
Apabila iqamah telah dikumandangkan, kita tidak diperkenankan mendatangi masjid dengan berlari dan tergesa-gesa. Seorang makmum dianjurkan untuk tetap tenang dan mengikuti rakaat shalat yang masih bisa diikuti dan melanjutkan bagian yang terlewatkan. Rasulullah juga mengingatkan agar kita tidak boleh ruku’ sebelum masuk ke shaf.
8. Raihlah shaf yang pertama
Ada banyak keutamaan apabila kita menempati shaf pertama dalam shalat, diantaranya: mendapatkan pahala yang sangat besar, mendapatkan shalawat dari Allah Azza wa Jalla dan para malaikat, dan mendapatkan nilai seperti shaf para malaikat dihadapan Allah SWT.
9. Luruskan dan Rapatkan shaft
Sesungguhnya meluruskan shaft adalah termasuk kesempurnaan shalat. Adab lain yang harus kita lakukan berkaitan dengan shaf, yaitu: merapatkan pundak dan menutup celah yang kosong agar tidak dimasuki setan serta melunakkan pundak sehingga memberi kesempatan bagi jamaah lain untuk masuk ke shaf.
10. Jangan mendahului gerakan imam
Ketika melakukan shalat berjamaah, maka makmum tidak boleh mendahului/ beriringan gerakan ataupun bacaan dengan imam. Kita harus melakukan gerakan/ bacaan setelah imam melakukannya terlebih dahulu. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah saw,
“Tidakkah orang yang mengangkat kepalanya sebelum imam takut jika Allah akan mengubah kepalanya menjadi kepala keledai?” (HR. Bukhari 691)
11. Bila perlu, suara imam disambungkan agar terdengar oleh makmum takbir
Dasarnya adalah hadits Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma bahwa ia menceritakan: Rasulullah pernah mengimami kami shalat dzuhur sementara Abu Bakar di belakang beliau. Apabila Rasulullah shallallahu’alaihi wassalam bertakbir, Abu Bakar pun bertakbir agar terdengar oleh kami.
12. Berdoa ketika masuk dan keluar masjid
Adapun doa ketika masuk masjid, yaitu “Allahummaftahli abwaaba rahmatika” (Ya Allah, bukalah pintu-pintu rahmat-Mu) sedangkan saat keluar masjid hendaknya mengucapkan “Allahumma inni as-aluka min fadhlika (Ya Allah, aku meminta kurnia-Mu).
13. Kalau imam datang terlalu terlambat, para makmum bisa mengangkat salah satu yang terbaik di antara mereka untuk menjadi imam pengganti
Hadits Sahl bin Saad dalam kisah para sahabat yang mengajukkan Abu Bakar sebagai pengganti imam pengganti ketika Nabi pergi untuk mendamaikan pertikaian di kalangan Bani Umar sehingga datang terlambat. Juga berdasarkan hadits Al-Mughirah bin Syu’bah dalam kisah para sahabat mengajukan Abdurrahman bin Auf sebagai imam pengganti pada peperangan Tabuk.
14. Tidak melaksanakan shalat sunnah di tempat shalat wajib kecuali jika telah dipisahkan dengan berbicara atau bergeser tempat
Apabila hendak melaksanakan shalat sunnah setelah shalat wajib maka buatlah jeda terlebih dahulu, baik dengan berbicara, berdzikir, maupun bergeser tempat.
15. Mengingatkan imam jika imam kesulitan mengingat ayat yang akan dibacanya
Apabila saat shalat berjamaah, imam lupa dengan ayat yang akan dibacanya maka makmum harus mengingatkan imam dengan cara menyambung ayat jangan hanya mengucap “subhanallah”. Namun, apabila seorang imam lupa gerakan shalat, makmum dianjurkan mengingatnya dengan membaca “subhanallah” bagi laki-laki dan menepukkan tangan bagi wanita. (nevi/cs)

Hipertensi merupakan kondisi kronis yang akibat meningkatnya tekanan darah pada dinding arteri atau pembuluh darah. hipertensi dianggap sebagai “sillent killer” atau penyakit pembunuh diam-diam karena jarang menimbulkan adanya gejala apapun. untuk mengetahui tekanan darah, biasanya hanya dapat dilakukan oleh dokter atau ahli kesehatan dengan menggunakan alat tensimeter.
Lalu apa bahaya darah tinggi di usia muda?
Darah tinggi di usia muda lebih berbahaya ketimbang di usia lansia, Karena kerusakan yang bisa di timbulkannya bisa lebih parah ketimbang yang di alami lansia.
Bahaya bahaya yang di timbulkan darah tinggi di usia muda diantaranya:

Di era digital yang sudah merambah ke semua lapisan, membuat orang tua harus cerdas dalam menerapkan pola pengasuhan pada anak. Orang tualah yang menjadi madrasah utama bagi putra/putrinya sehingga perlu peran aktif orang tua dalam mengasuh anaknya. Orang tua dituntut cerdas terutama di tengah perkembangan zaman dimana bekal pendidikan di sekolah saja tidak cukup untuk membekali mereka. Perlunya peran penting orang tua dan keluarga dalam hal pengawasan baik di dalam keluarga, lingkungan juga sekolah supaya anak-anak memperoleh ilmu yang bermanfaat untuk masa depannya.
“Orang tua jangan asal memberikan gagdet kepada anaknya agar anak-anak bisa tenang tapi bagaimana orang tua turut serta mengawasi apa yang anak-anak lakukan terlebih dengan gadgetnya,”. Untuk itulah, peran orangtua sangat dibutuhkan dalam membangun kepercayaan diri dan sikap berani mencoba tanpa rasa takut akan gagal. Kedua, jadilah teladan dalam tumbuh kembang anak. Para orangtua harus menjadi cerminan yang positif bagi diri anak-anaknya.
Untuk para orang tua, karena tantangannya adalah dunia digital, maka tentunya harus menguasai cara berinternet, kemudian rajin-rajinlah untuk cek riwayat koneksi, “berteman” dengan anak, ikuti perkembangan anak dengan baik, ajak anak bijak berinternet, berdiskusi dengan anak, mengarahkan, dan mengontrol setiap perilakunya. Cara mendidik anak agar tidak kecanduan Gedget :
1. Sering mengajak anak main keluar rumah
2. Mengajari anak untuk bersosialisasi dengan lingkugan.
3. Lebih memperhatikan anak, supaya merasa kasih sayang dari orang tua.
4. Sebagai orang tua harus menjadi panutan anak.
5. Medukung minat hobi anak.